ANALISIS ERGONOMI LINGKUNGAN KERJA FISIKBERDASARKAN POSISI TUBUH DALAM PERAJUT TENUN SONGKET
DOI:
https://doi.org/10.36050/hp6gy088Keywords:
ergonomi, antropometri, tenun songket, RULA, UMKMAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, dengan fokus pada analisis ergonomi lingkungan kerja fisik perajin tenun songket. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur kerja yang berisiko menyebabkan keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain) pada para perajin, serta memberikan pelatihan mengenai sikap kerja yang ergonomis berdasarkan prinsip antropometri. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, wawancara, observasi, pelatihan langsung, serta evaluasi postur kerja menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Hasil observasi menunjukkan bahwa postur kerja para perajin memiliki risiko ergonomi yang tinggi, ditandai dengan skor RULA sebesar 7, yang mengindikasikan perlunya investigasi lebih lanjut dan perbaikan segera. Pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman mitra UMKM terhadap pentingnya posisi kerja yang ergonomis, yang ditunjukkan dengan penurunan tingkat keluhan nyeri punggung setelah penerapan postur kerja yang tepat. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kenyamanan kerja, produktivitas, dan kesadaran akan kesehatan kerja, serta membuka peluang untuk keberlanjutan usaha tenun songket secara lebih efisien dan sehat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 septa hardini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.