ANALISIS PERBANDINGAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) DALAM KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN JAGUNG
DOI:
https://doi.org/10.36050/kx56ex79Keywords:
Convolutional Neural Network; Artificial Neural Network; Klasifikasi Penyakit; Daun Jagung; Deteksi PenyakitAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode Convolutional Neural Network (CNN) dan Artificial Neural Network (ANN) dalam mengklasifikasikan penyakit pada daun jagung, termasuk Blight, Gray Leaf Spot, dan Common Rust. Jagung merupakan tanaman penting di Indonesia yang sering terpengaruh oleh berbagai penyakit, yang dapat mengakibatkan penurunan hasil panen secara signifikan. Untuk itu, deteksi dini dan akurat terhadap penyakit ini sangat diperlukan guna menjaga produktivitas pertanian. Dalam penelitian ini, digunakan dataset dari Kaggle yang terdiri dari 1506 gambar daun jagung yang terinfeksi oleh tiga jenis penyakit tersebut. Proses penelitian mencakup pengumpulan data, preprocessing, pelatihan model CNN dan ANN, serta evaluasi hasil yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mencapai akurasi 86,51% dengan nilai kehilangan (loss) 0,1921 setelah 50 epoch, sedangkan model ANN hanya mampu mencapai akurasi 77,16% dengan nilai kehilangan 0,3461. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa CNN memiliki kemampuan yang lebih baik dalam belajar pola kompleks dan tidak mengalami overfitting, sementara ANN lebih rentan terhadap masalah tersebut. Penyesuaian hyperparameter, seperti initial learning rate, batch size, dan ukuran gambar, juga berperan penting dalam kinerja model yang optimal. Labeling, yaitu proses memberi label pada gambar, dilakukan untuk membantu model dalam mengklasifikasikan dengan benar. Hasil output klasifikasi ditampilkan melalui antarmuka yang mengirim dan menerima data dalam format JSON, yang memudahkan integrasi dengan aplikasi lain. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan CNN untuk aplikasi di bidang pertanian, khususnya dalam deteksi penyakit tanaman, guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam klasifikasi penyakit yang dapat berdampak pada hasil panen. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi dalam pertanian dan penerapan metode deep learning dalam klasifikasi penyakit tanaman.
References
[1] U. Khaira, I. Weni, and W. Wilia, “Rancang Bangun Aplikasi Deteksi Penyakit Tanaman Jagung Melalui Citra Daun Berbasis Android Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Network,” J. Pepadun, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2024, doi: 10.23960/pepadun.v5i1.210.
[2] A. D. Nurcahyati, R. M. Akbar, and S. Zahara, “Klasifikasi Citra Penyakit pada Daun Jagung Menggunakan Deep Learning dengan Metode Convolution Neural Network (CNN),” SUBMIT J. Ilm. Teknol. Infomasi dan Sains, vol. 2, no. 2, pp. 43–51, 2022, doi: 10.36815/submit.v2i2.1877.
[3] M. I. Rosadi and M. Lutfi, “Identifikasi Jenis Penyakit Daun Jagung Menggunakan Deep Learning Pre- Trained Model,” vol. 5, no. 36, pp. 35–42, 2021.
[4] G. Sarah Siti, “Identifikasi Penyakit Tanaman Jagung Berdasarkan Citra Daun Tinjauan Literatur Sistematis (Slr),” Semaster, vol. 278–289, no. Prosiding-Seminar Nasional Teknologi Informasi & Ilmu Komputer (SEMASTER), pp. 1–12, 2023.
[5] N. W. S. Agustini, D. Priadi, and R. V. Atika, “Profil Kimia dan Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Nannochloropsis sp. sebagai Senyawa Penghambat Bakteri Penyebab Gangguan Kesehatan Mulut,” J. Pascapanen dan Bioteknol. Kelaut. dan Perikan., vol. 17, no. 1, p. 19, 2022, doi: 10.15578/jpbkp.v17i1.781.
[6] M. Khoiruddin, A. Junaidi, and W. A. Saputra, “Klasifikasi Penyakit Daun Padi Menggunakan Convolutional Neural Network,” J. Dinda Data Sci. Inf. Technol. Data Anal., vol. 2, no. 1, pp. 37–45, 2022, doi: 10.20895/dinda.v2i1.341.
[7] D. Pradana, M. Luthfi Alghifari, M. Farhan Juna, and D. Palaguna, “Klasifikasi Penyakit Jantung Menggunakan Metode Artificial Neural Network,” Indones. J. Data Sci., vol. 3, no. 2, pp. 55–60, 2022, doi: 10.56705/ijodas.v3i2.35.
[8] L. A. Putri and Suwanda, “Implementasi Metode Artificial Neural Network (ANN) Algoritma Backpropagation untuk Klasifikasi Kualitas Udara di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021,” Bandung Conf. Ser. Stat., vol. 3, no. 2, pp. 184–191, 2023, doi: 10.29313/bcss.v3i2.7826.
[9] Ulfah Nur Oktaviana, Ricky Hendrawan, Alfian Dwi Khoirul Annas, and Galih Wasis Wicaksono, “Klasifikasi Penyakit Padi berdasarkan Citra Daun Menggunakan Model Terlatih Resnet101,” J. RESTI (Rekayasa Sist. dan Teknol. Informasi), vol. 5, no. 6, pp. 1216–1222, 2021, doi: 10.29207/resti.v5i6.3607.
[10] D. Iswantoro and D. Handayani UN, “Klasifikasi Penyakit Tanaman Jagung Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN),” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 22, no. 2, p. 900, 2022, doi: 10.33087/jiubj.v22i2.2065.
[11] A. Lawi, N. S. Intizhami, R. Mukhtarom, and S. Amir, “Klasifikasi Penyakit Citra Daun Tanaman Tomat Dengan Ensemble Convolutional Neural Network,” Sntei, pp. 207–212, 2022.
[12] R. Prabowo, Y. Heningtyas, machudor Yusman, M. Iqbal, and O. D. E. Wulansari, “Klasifikasi Image Tumbuhan Obat (Keji Beling) Menggunakan Artificial Neural Network,” J. Komputasi, vol. 9, no. 2541–0350, pp. 88–92, 2021, doi: 10.23960/komputasi.v9i2.2868.
[13] A. Ibnul Rasidi, Y. A. H. Pasaribu, A. Ziqri, and F. D. Adhinata, “Klasifikasi Sampah Organik dan Non-Organik Menggunakan Convolutional Neural Network,” J. Tek. Inform. dan Sist. Inf., vol. 8, no. 1, pp. 142–149, 2022, doi: 10.28932/jutisi.v8i1.4314.
[14] M. A. Putri and T. Sukmono, “Analisa Peramalan Penjualan Kerupuk Udang dengan menggunakan Metode Artificial Neural Network (ANN),” Innov. Technol. Methodical Res. J., vol. 2, no. 4, pp. 1–11, 2024, doi: 10.47134/innovative.v2i4.93.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 BETRIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






