PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN NaOH TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR TANAH LIAT DAN ABU SEKAM PADI
DOI:
https://doi.org/10.36050/scfrzy96Keywords:
Mortar Geopolimer, Tanah Liat, Abu Sekam Padi, Kuat TekanAbstract
Pagar Alam, sebuah daerah di Sumatera Selatan, mayoritas penduduknya adalah petani kopi dan padi. Ketika mereka menggiling padi, limbah seperti kulit gabah atau sekam padi sering terbentuk dan mencapai 20-30% dari gabah. Selain itu, Pagar Alam memiliki banyak sungai yang mengandung potensi tanah liat yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana konsentrasi larutan NaOH mempengaruhi sifat mortar geopolimer yang terbuat dari tanah liat dan abu sekam padi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan berbagai konsentrasi NaOH, yaitu 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, dan 20 M, dengan perbandingan prekursor tanah liat dan abu sekam padi adalah 75% dan 25%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi tercapai pada umur 28 hari dengan kode Z5, menggunakan konsentrasi NaOH sebesar 10 M, yaitu mencapai 5,6 MPa. Namun, penelitian juga menemukan bahwa tingkat konsentrasi yang lebih tinggi dari NaOH menyebabkan penurunan kuat tekan. Hal ini terjadi karena molaritas yang tinggi menyebabkan larutan aktivator menjadi lebih kental dan proses pengikatan pada mortar menjadi lebih lambat. Memperluas kandungan NaOH dapat menghasilkan lebih banyak organisasi gel aluminosilikat yang baik, namun penggunaan yang berlebihan tidak efektif dan dapat menyebabkan penurunan kuat tekan. Dengan demikian, perlu mencari keseimbangan yang tepat dalam konsentrasi larutan NaOH untuk mencapai sifat mortar geopolimer yang optimal.tekan
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




