PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH KERAJINAN ROTAN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ABU CANGKANG SAWIT
DOI:
https://doi.org/10.36050/x2ef1t37Keywords:
Mortar, Serat Rotan, Abu Sawit, Kuat TekanAbstract
Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan abu cangkang sawit dari sisa bahan bakar boiler dalam pengolahan teh sebagai pengganti semen, pemanfaatan sisa serutan dari kerajinan rotan sebagai serat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serat limbah kerajinan rotan terhadap kuat tekan motar geopolimer abu cangkang sawit. Metode penelitian yang dipakai adalah metode eksperimen dengan menggunakan alkali aktivator NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:1 dan molaritas 16 M, persentase penambahan serat yang digunakan sebesar 0%, 0,5%, dan 1% dari berat prekusor dan panjang serat 2 cm. Semua benda uji dilakukan Uji kuat tekan pada hari ke 3, 7, 14, 21, dan 28 setelah lahir. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dicapai pada umur 28 hari. Dengan persentase serat 0% sebesar 7,3 Mpa. Sedangkan untuk persentase serat 0,5% sebesar 5,3 Mpa dan untuk persentase serat 1% sebesar 4,8 Mpa. Berdasarkan penelitian ini, penambahan serat kerajinan limbah rotan pada campuran mortar geopolimer dapat menurunkan kuat tekan karena penambahan serat kerajinan limbah rotan pada campuran mortar geopolimer menurunkan kepadatan mortar dan menyebabkan penyusutan. Kepadatan serat berkurang sehingga menimbulkan rongga pada daya mortar, sehingga memberikan kuat tekan mortar.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




