SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT HEWAN MENULAR STRATEGIS DAN ZOONOSIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PAGAR ALAM UTARA
DOI:
https://doi.org/10.36050/ngabdimas.v7i01%20Juni.279Keywords:
sosialisasi, Rabies, Sekolah DasarAbstract
Rabies merupakan penyakit zoonotik yang dapat menyebabkan kematian. Sumber penular utama penyakit rabies adalah anjing melalui gigitan dan air liur yang mengandung virus yang tergolong dalam Lyssa virus dan family Rhabdoviridae. Penyakit rabies merupakan penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang keberadaannya diprioritaskan untuk dikendalikan di Indonesi. salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit rabies dengan sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak, sangat penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Kegiatan sosialisasi rabies ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam dengan metode presentasi interaktif dengan menggunakan materi, gambar dan video untuk menjelaskan tentang rabies. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 683 peserta dari berbagai siswa siswi dan guru 15 sekolah dasar. Dengan sosialisasi ini peserta telah mendapatkan informasi mengenai bahaya rabies, ciri klinis hewan yang terjangkit rabies, cara penularan rabies, dan tindakan cepat pasca gigitan hewan penular penyakit. Kegiatan dapat menjadikan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat dengan menanamkan pengetahuan dan perilaku pencegahan rabiessejak dini.
References
Ariawan, M., Herryadi G., dan Permatananda, PA N. 2020. Level of Knowledge, Attitude, and Behavior of Housewives about Mosquito Nest Eradication in Bali. Proceedings of the 1st Seminar The Emerging of Novel Corona Virus, Nov2020.
Baer, G.M. 2007. The History of Rabies. Editor: Jackson AC and Wunner WH. Rabies. Second edition. London: Elsevier.
Dilago, Z. 2019. Penyuluhan dan Pelaksanaan Vaksinasi Rabies di Desa Tagalaya Kecamatan Tobelo dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar : 1(1) 93–100.
Deshmukh, D., Damle, A., Bajaj, J., Bhakre, J., Patil, N. 2011. Fatal rabies despite post-exposure prophylaxis. Indian Journal of Medical Microbiology : 29 (2) 178–191.
Hoetama, E., Tanri, N.P., Gianni, L.F., Kusuma, K.B., Gunardi, H.D., dan Suryadi, E.F. 2016. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat terhadap Penyakit Rabies di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 2014. EJKI, : 4(3) 177–182.
Indriaty, I., Bule, P., dan Mau, F. 2016. Pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dalam kaitannya dengan kejadian rabies di Kabupaten Flores Timur , Sikka , Manggarai dan Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur Knowledge , attitudes and behavior related to the incidence of rabies in Flores Timur R. JHECDs : 1(1) 1–7.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Buku Saku Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Nugroho, D.K., Pudjiatmoko, dan Diarmitha, I.K. 2013. Analisa Data Surveilans Rabies ( 2008 - 2011 ) di Propinsi Bali , Indonesia. Outbreak Surveilance and Investigation Report : 6(2), 8–12
Pradnyawati, L.G., Cahyawati, P.N., dan Permatananda, P.A.N.K. 2021. Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada Pedagang Perempuan di Kota Denpasar. Paradharma. Jurnal Aplikasi IPTEKS : 4(2), 145–150.
Suartha, I.N., Anthara, M.S., Dewi, N.M.R.K., Wirata, I.W., Mahardika, I.G.N., Dharmayudha, Sudimartin, L.M. 2014. Perhatian pemlik anjing dalam mendukung Bali bebas rabies. Buletin Veteriner Udayana : 6(1):87-91
Yousaf, M.Z., Qasim, M., Zia, S., Khan, R., Ashfaq, U.A. 2012. Rabies molecular virology, diagnosis , prevention and treatment. Virology Journal : 9(50), 1–5